Visi dan Misi  kami adalah “Mamuju Utara Menjadi Daerah yang Lebih Sejahtera, Maju, dan Bermartabat Berlandaskan Keberagaman”. Visi dan Misi ini lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh diberbagai bidang, dengan fokus pada pencapaian daya saing perekonomian kompetitif daerah, yang merupakan kelanjutan dari Visi dan Misi yang telah kami tawarkan lima tahun yang lalu, dengan mencermati Perkembangan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai.
 
Perkembangan pembangunan Mamuju Utara, yang menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir, telah menyakinkan kami bahwa kita mampu membawa Mamuju Utara untuk lebih mensejahterakan masyarakat, mewujudkan kemajuan daerah dari penciptaan kemandirian wilayah, dan menciptakan kepribadian / mental yang luhur dalam tata kelola pemerintahan daerah yang bermartabat, berlandaskan kebersamaan dalam keberagaman.
 
Capaian Pembangunan
 

1. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

 

  • Pertumbuhan ekonomi rata-rata tahun 2010-2014 tumbuh sebesar 12,89 persen, dan terakhir tahun 2014 telah mencapai 16,28 persen;
  • Pendapatan Perkapita Masyarakat meningkat DUA KALI LIPAT dari Rp. 22,5 Juta pada tahun 2010 menjadi Rp. 44,2 Juta pada Tahun 2014;
  • Persentase penduduk miskin bergerak turun dari 6,20 persen pada tahun 2010 menjadi 4,15 persen pada tahun 2014 ;
  • Tingkat pengangguran terbuka bergerak turun dari 4,22 persen pada tahun 2010 menjadi 2,15 persen pada tahun 2014;
  • Jumlah dana yang dihimpun oleh perbankan berupa tabungan dan deposito, terus bergerak naik. Pada tahun 2010, sebesar Rp 113,49 milyar, meningkat menjadi sekitar Rp 318,77 milyar di tahun 2014.

2. Aspek Pelayanan Publik

  • Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 61,29 persen menjadi 64,04 persen dan menjadi urutan KEDUA se-Sulawesi Barat ;
  • Angka Harapan Hidup dari 63,93 menjadi 64,83 ;
  • Rata-rata Lama Sekolah dari 6,9 Tahun menjadi 7,15 Tahun;
  • Cakupan layanan kesehatan masyarakat dari 2.600 jiwa Tahun 2010 menjadi 78.487 jiwa Tahun 2015 ;
  • Cakupan pelayanan mobil ambulance/jenazah di 12 Kecamatan;
  • Cakupan pelayanan angkutan sekolah di 12 kecamatan;
  • Cakupan penyediaan insentif bagi 1.854 pengurus agama;
  • Fasilitasi pemberangkatan umroh sekitar 200 jamaah;
  • Pelayanan langsung pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan perdesaan melalui GEMA d’SMART.

3. Aspek Daya Saing Daerah

  • Pembangunan kawasan Tri-Smart (Saoraja-Mesjid-Alun-alun Ruang Terbuka) sebagai pintu gerbang kota dan land-mark bagi daerah Mamuju Utara, telah memberikan dampak eksternal terhadap berkembangnya berbagai aktifitas ekonomi masyarakat seperti hotel, rumah makan, usaha pertokoan, dan sebagainya;
  • Dalam empat tahun terakhir, kami telah mambangun jaringan jalan sepanjang 1.044,43 Km, terdiri dari pembukaan jalan sepanjang 367,57 km, peningkatan jalan sepanjang 506,01 km, dan Hotmix sepanjang 170,84 km.
  • Mamuju Utara keluar dari daerah tertinggal sebagai daerah yang berpotensi Maju sesuai SK Menteri PDT Nomor : 141 Tahun 2014;
  • Program Unggulan Gema d’SMART sebagai Model Pembangunan Daerah Otonom di Indonesia (Jurnal Kementerian Sekretariat Negara RI ”NEGARAWAN”(ISSN 1907-6991 Tahun 2012).

MASALAH DAN TANTANGAN

 

PERMASALAHAN 

 

  • Minimnya infrastruktur dan kapasitas kelembagaan/aparat serta anggaran menjadi penyebab utama terbatasnya berbagai pelayanan publik yang bisa diberikan kepada masyarakat

 

TANTANGAN

 

  • Pembangunan agroindustri dan agribisnis kerakyatan guna menjaga stabilitas perekonomian daerah;
  • Percepatan pembangunan infrastruktur khususnya akses masyarakat terhadap listrik dan air bersih,;
  • Pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan serta perubahan mental;
  • Pembangunan kawasan pesisir dalam rangka pengurangan kesenjangan antar wilayah; dan
  • Peningkatan tata kelola pemerintahan daerah yang baik, bersih, dan inklusif.

ISU-ISU STRATEGIS

 

ISU REGIONAL SULAWESI BARAT

 

  • Provinsi Sulawesi Barat masih menjadi wilayah konsentrasi penduduk miskin dengan kualitas sumberdaya manusia yang relatif rendah. Seluruh kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, kecuali Mamuju Utara, menunjukkan persentase penduduk miskin lebih tinggi dari rata-rata Nasional yaitu 13,18 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga berada di bawah angka IPM Nasional, yakni masih 62,24.  Fakta ini menegaskan bahwa masalah kesejahteraan masyarakat dan pembangunan manusia harus tetap menjadi tema sentral pembangunan daerah di Provinsi Sulawesi Barat di masa depan.

 

ISU NASIONAL

 

  • Salah satu kebijakan penting pemerintahan JOKOWI – JK adalah kebijakan poros maritim yang bertumpu pada transportasi perhubungan laut. Posisi geografis Mamuju Utara yang berada di sepanjang pesisir Selat Makassar dan dalam sistem perhubungan laut Nasional (berada pada jalur ALKI 2).

 

ISU GLOBAL

 

  • Indonesia bersama dengan negara-negara ASEAN akan memberlakukan secara efektif Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015. Itu berarti bahwa di seluruh wilayah ASEAN tidak ada lagi hambatan dalam pergerakan arus barang dan jasa, manusia dan modal

 

 

© Copyright 2015, Nawa Jiwa.