kampanye

sehubungan dengan penandatanganan MOU antara Agus Ambo Djiwa dan Dubes Norwegia terkait pembuatan PLTA 270Megatt Di mamuju utara , di perkirakan bisa mengaliri 900 desa bahkan mulai dari perbatasan antara Mamuju Utara Dan Sulteng hingga ke Prov.Sulawesi Barat .

kebijakan dari presiden untuk membantu Agus ambo djiwa untuk mendukung percepatan pembangunan atas prestasi kepemimpinan Handal yang menjadi Urutan Pertama peningkatan ekonomi tertinggi lingkup Indonesia secara Umum.

dan serangkaian kedatangan dubes norwegia karena perusahaan yang akan bekerja sama dengan Mamuju utara adalah perusahaan besar yang sudah mempunyai track record berasal dari Norwegia.



Ceremony acara di hadiri oleh berbagai lapisan element masyarakat dan pejabat.

ceremony

Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Mamuju bukan hanya dari sektor pertanian semisal kakao. Namun juga dari segi potensi laut. Hal ini rupanya dilirik oleh Norwegia. Duta Besar Norwegia, Stig Traavik bahkan mengatakan potensi yang dimiliki Ibukota Sulawesi Barat ini bakal menjadi referensi tersendiri dalam hal peluang investasi.

Menurut Stig, program investasi sebuah daerah diyakini bakal mampu memberi lompatan mauun percepatan kesejahteraan bagi masyarakat. Apalagi jika dibarengi dengan komitmen kuat untuk tetap memerhatikan ciri khas kearifan lokal tiap-tiap wilayah.

Hal ini mencuat saat Bupati Mamuju Suhardi Duka menyambangi Kantor Kedutaan Norwegia Menara Rajawali Lantai 20 Kawasan Mega Kuningan Jakarta, Senin (10/11) kemarin.

“Sangat bergembira dengan kehadiran pemkab Mamuju. Saya mau ke Mamuju. Saya sangat ingin mendengarkan kemungkinan kerjasama dengan Pemkab Mamuju,” kata Stig.

Rencana itu pun disahuti Bupati Mamuju, Suhardi Duka. Katanya, Potensi yang besar yang dimiliki Mamuju saat ini memang sedang dilirik oleh sejumlah investor. Khusus di sektor kelautan, Mamuju memiliki panjang pantai sekira 300 km.

“Tapi sampai saat ini tingkat kesejahteraan nelayan kita belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Jika Norwegia berkenan kami bisa membukakan peluang tersebut. Kami bersedia memberikan kemudahan dalam investasi,” ujar Doktor Zakat ini.

Bagi Stig sendiri, yang terpenting adalah menemukan kesepakatan kerja yang baik antar kedua belah pihak, yakni pihak Pemkab Mamuju dan Norwegia. ”Saya sangat senang dengan rencana memudahkan perizinan. Tapi pada intinya kami tidak akan menghindari segala prosedur yang berlaku di daerah. Kami menjunjung tinggi itu. Semua peraturan akan kami ikuti,” tandasnya.

Selain itu, program investasi Kakao juga sempat diperbicangkan serius dalam pertemuan itu. Pasalnya, Norwegia merupakan salah satu negara yang cukup tinggi tingkat konsumsinya terhadap cokelat. Sehingga wajar jika Mamuju dilirik sebagai salah satu sasaran investasi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, pria yang akrab disapa SDK ini menegaskan, Program Kakao hendaknya tak lagi menggunakan kebjakan sentralistik. “Sebab setiap wilayah punya karakteristik yang berbeda-beda. Termasuk dengan ketersediaan sumber daya pada tiap-tiap daerah. Ini yang keliru selama ini. makanya ke depan kami mengharapkan agar kebijakan itu benar-benar punya kekuatan untuk mengangkat derajat ekonomi kaum petani,” tegas SDK.

Kepada Bupati Mamuju, pihak kedubes Norwegia juga lebih awal menegaskan, jika kerjasama tersebut benar-benar terwujud, maka faktor-faktor keamanan bakal menjadi prioritas nantinya.

Dalam pertemuan singkat kali ini, Bupati Mamuju didampingi oleh perwakilan Perusda Mamuju, Kamarullah dan Abubakar Badjeber. Serta Direktur Yayasan Karampuang, Ari Aditya Yudistira.

- See more at: http://sulbarnews.com/article/norwegia-lirik-mamuju-untuk-invetasi-perikanan#sthash.bOIewbuV.dpuf

Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Mamuju bukan hanya dari sektor pertanian semisal kakao. Namun juga dari segi potensi laut. Hal ini rupanya dilirik oleh Norwegia. Duta Besar Norwegia, Stig Traavik bahkan mengatakan potensi yang dimiliki Ibukota Sulawesi Barat ini bakal menjadi referensi tersendiri dalam hal peluang investasi.

Menurut Stig, program investasi sebuah daerah diyakini bakal mampu memberi lompatan mauun percepatan kesejahteraan bagi masyarakat. Apalagi jika dibarengi dengan komitmen kuat untuk tetap memerhatikan ciri khas kearifan lokal tiap-tiap wilayah.

Hal ini mencuat saat Bupati Mamuju Suhardi Duka menyambangi Kantor Kedutaan Norwegia Menara Rajawali Lantai 20 Kawasan Mega Kuningan Jakarta, Senin (10/11) kemarin.

“Sangat bergembira dengan kehadiran pemkab Mamuju. Saya mau ke Mamuju. Saya sangat ingin mendengarkan kemungkinan kerjasama dengan Pemkab Mamuju,” kata Stig.

Rencana itu pun disahuti Bupati Mamuju, Suhardi Duka. Katanya, Potensi yang besar yang dimiliki Mamuju saat ini memang sedang dilirik oleh sejumlah investor. Khusus di sektor kelautan, Mamuju memiliki panjang pantai sekira 300 km.

“Tapi sampai saat ini tingkat kesejahteraan nelayan kita belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Jika Norwegia berkenan kami bisa membukakan peluang tersebut. Kami bersedia memberikan kemudahan dalam investasi,” ujar Doktor Zakat ini.

Bagi Stig sendiri, yang terpenting adalah menemukan kesepakatan kerja yang baik antar kedua belah pihak, yakni pihak Pemkab Mamuju dan Norwegia. ”Saya sangat senang dengan rencana memudahkan perizinan. Tapi pada intinya kami tidak akan menghindari segala prosedur yang berlaku di daerah. Kami menjunjung tinggi itu. Semua peraturan akan kami ikuti,” tandasnya.

Selain itu, program investasi Kakao juga sempat diperbicangkan serius dalam pertemuan itu. Pasalnya, Norwegia merupakan salah satu negara yang cukup tinggi tingkat konsumsinya terhadap cokelat. Sehingga wajar jika Mamuju dilirik sebagai salah satu sasaran investasi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, pria yang akrab disapa SDK ini menegaskan, Program Kakao hendaknya tak lagi menggunakan kebjakan sentralistik. “Sebab setiap wilayah punya karakteristik yang berbeda-beda. Termasuk dengan ketersediaan sumber daya pada tiap-tiap daerah. Ini yang keliru selama ini. makanya ke depan kami mengharapkan agar kebijakan itu benar-benar punya kekuatan untuk mengangkat derajat ekonomi kaum petani,” tegas SDK.

Kepada Bupati Mamuju, pihak kedubes Norwegia juga lebih awal menegaskan, jika kerjasama tersebut benar-benar terwujud, maka faktor-faktor keamanan bakal menjadi prioritas nantinya.

Dalam pertemuan singkat kali ini, Bupati Mamuju didampingi oleh perwakilan Perusda Mamuju, Kamarullah dan Abubakar Badjeber. Serta Direktur Yayasan Karampuang, Ari Aditya Yudistira.

- See more at: http://sulbarnews.com/article/norwegia-lirik-mamuju-untuk-invetasi-perikanan#sthash.bOIewbuV.dpuf

© Copyright 2015, Nawa Jiwa.